Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Bangka Belitung menyelenggarakan kegiatan Lecture Series pada Rabu, 4 Juni 2025, bertempat di Ruang Balai Besar Peradaban, Gedung Rektorat UBB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yakni Edwin Setiady, S.T., M.T., yang juga merupakan Ketua Tim Penyusun Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dosen PWK UBB dan mahasiswa lintas angkatan, yakni mahasiswa Angkatan 2023 yang tengah menempuh mata kuliah Pengelolaan Lingkungan, serta perwakilan mahasiswa Angkatan 2022 dan 2024 masing-masing sebanyak 10 orang. Lecture series ini diselenggarakan sebagai bagian dari dukungan akademik terhadap penyelesaian proyek Mata Kuliah Pengelolaan Lingkungan, khususnya dalam penyusunan dokumen KLHS oleh mahasiswa angkatan 2023.
Dalam paparan dengan bertajuk "Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis: Tantangan dan Proses", Edwin Setiady menjelaskan secara jelas mengenai beberapa hal, seperi dasar hukum dan urgensi penyusunan KLHS yang terdapat pada Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2016 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 13 Tahun 2024. Kemudian, dijelaskan juga langkah-langkah proses penyusunan KLHS, mulai dari penentuan batas wilayah, identifikasi isu pembangunan berkelanjutan, hingga formulasi dan integrasi rekomendasi dalam dokumen perencanaan. Edwin juga menjelaskan, terdapat perbedaan KLHS dan AMDAL, beberapa diantaranya adalah KLHS berfokus pada agenda berkelanjutan dan berupaya untuk memitigasi dampak dan/atau risiko lingkungan. Sedangkan AMDAL berfokus pada kajian dampak penting, pengelolaan dan pemantauan dampak lingkungan. Edwin juga menyampaikan terkait dengan isu strategis di Provinsi Kepulauan bangka Belitung, seperti kerusakan ekosistem pesisir, penurunan kualitas air, permasalahan lahan bekas tambang, dan akumulasi sampah, serta contoh konkrit pengintegrasian hasil KLHS, termasuk alternatif penyempurnaan pola ruang, pengelolaan kawasan hutan, dan pemanfaatan wilayah gambut serta areal prioritas konservasi.
Dalam sesi tanya jawab, antusiasme peserta sangat tinggi. Mahasiswa dari berbagai angkatan aktif mengajukan pertanyaan seputar tantangan teknis dalam penyusunan KLHS, pengelolaan data spasial, hingga peluang kolaborasi dengan instansi pemerintah untuk implementasi KLHS di tingkat lokal. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Bangka Belitung menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menghubungkan teori dan praktik, serta membekali mahasiswa dengan pemahaman aktual mengenai isu lingkungan strategis dalam perencanaan wilayah.
Penulis: Divina Aufa Widiana
